Rekomendasi Novel Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Siapa sih yang gak kenal Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie? Perempuan kelahiran 10 Oktober 1993 ini merupakan penulis perempuan Indonesia yang dikenal luas di kalangan pembaca karya fiksi di Indonesia. Karyanya yang berjudul "Di Tanah Lada" mendapatkan Juara 2 dalam Sayembara Novel Tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 2015. Di tahun berikutnya, karyanya yang berjudul "Semua Ikan Di Langit" mendapatkan juara pertama di sayembara yang sama. Meskipun bukan dari jurusan Sastra, Ziggy berhasil membuktikan diri sebagai penulis yang sukses. Ia pun telah menerbitkan 25 judul buku. Berikut ini rekomendasi buku karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie untuk menemani hari liburmu.
Jakarta Sebelum Pagi
Tanggal terbit : Mei 2016
Penerbit : Grasindo
Jumlah halaman : 280
Ketika membaca judulnya sebelum membaca isinya secara utuh, saya membayangkan gambaran dunia malam Jakarta yang penuh hiruk-pikuk, kemudian saya membayangkan plot yang gelap dengan banyak adegan berdarah, atau bahkan vulgar. Namun ternyata saya salah besar. Jakarta Sebelum Pagi bercerita tentang Emina yang mendapat balon berisi surat misterius di balkon kamarnya. Karena penasaran, ia pun mencari tahu siapa penguntit yang selalu mengirimkan balon.
Meskipun ceritanya tentang penguntit, tidak ada adegan kejar-kejaran di buku ini. Cerita dibalut dengan manis, sederhana, tetapi sukses bikin saya nangis. Setelah membaca keseluruhan cerita, saya pun mengerti kenapa novel ini diberi judul seperti itu. Sampai sekarang saya pun masih gagal move on dari ceritanya.
Di Tanah Lada
Tanggal terbit : Oktober 2015
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 244
Novel ini menceritakan tentang bocah perempuan bernama Ava yang berasal dari keluarga broken home. Karena ulah ayahnya yang tukang judi, Ava dan keluarganya terpaksa pindah di apartemen bobrok bernama apartemen Nero.
Ava adalah bocah yang unik karena ke mana-mana selalu membawa Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ava pun bertemu dengan anak bernama P yang juga memiliki nasib serupa dengannya. Ziggy berhasil mengemas cerita dengan baik dari sudut pandang Ava yang polos dan menganggap orang dewasa itu sulit dimengerti. Manis dan pahit di saat yang bersamaan, novel ini mampu menggambarkan keadaan dunia anak-anak yang tidak selalu dipenuhi keceriaan.
Kita Pergi Hari Ini
Tanggal terbit : Oktober 2021
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 192
Ketika membaca novel ini, saya seperti melihat gambaran dunia Gibli dalam bentuk novel. Dunia dalam novel ini memang seindah itu. Ceritanya pun tidak kalah indah. Di Kota Suara, orang-orang dewasa sibuk mencari uang sehingga tidak memiliki waktu untu mengurus anak mereka. Bapak dan Ibu Mo pun meminta bantuan Nona Gigi, si Kucing Luar Biasa untuk merawat ketiga anak mereka, Mi, Ma, dan Mo. Kenapa disebut Kucing Luar Biasa? Ya karena kucingnya bukan kucing biasa. Hahaha. Nona Gigi bisa berbicara dan bertingkah laku seperti manusia, tetapi masih dalam wujud kucing.
Suatu hari, Nona Gigi mengajak Mi, Ma, Mo, serta Fifi dan Fufu tetangga mereka menuju Kota Terapung Kucing Yang Luar Biasa. Meskipun agak pusing dengan gaya bahasanya yang mengandung banyak repetisi, saya masih bisa menikmati novel ini. Ada beberapa hal yang tidak masuk akal dan sulit dibayangkan, misalnya Kereta Air, tetapi itu masih dapat dimaklumi karena novel ini menggunakan latar dunia fantasi. Meskipun desain sampulnya terlihat manis dan menggemaskan, jangan mengharapkan cerita yang penuh keceriaan dalam dunia anak-anak karena cerita dalam novel ini berisi kebalikannya.
Semua Ikan di Langit
Tanggal terbit : Februari 2017
Penerbit : Grasindo
Jumlah halaman : 288
Baru membaca judulnya saja saya sudah bertanya-tanya, "ikan kok di langit?". Begitu membaca ceritanya, saya semakin mengerutkan dahi. Cerita ini menggunakan sudut pandang sebuah bus kota. Bus kotanya bisa terbang, bahkan sampai menjelajahi luar angkasa. Jadi, "Semua Ikan di Langit" menceritakan tentang bus damri berwarna biru yang kebetulan bertemu dengan anak laki-laki misterius. Karena tidak tahu namanya, bus tersebut memanggil anak itu "Beliau". Ada yang unik dari anak tersebut karena di sekitarnya terdapat ikan julung-julung yang bisa terbang. Setelah itu, dengan bantuan ikan julung-julung dan Beliau, bus tersebut mulai menjelajah ke berbagai tempat. Tak hanya itu, mereka juga bisa berpindah ke waktu yang berbeda, misalnya kembali ke masa lalu.
Novel ini tak kalah indahnya dengan Kita Pergi Hari Ini, baik dari segi latar maupun ceritanya. Inilah yang saya sukai dari karya-karya Ziggy Z. Ia selalu dapat memadukan unsur fantasi, mitos, dan isu sosial dengan baik. Semua itu didukung oleh kemampuan mengolah bahasa yang baik, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami oleh pembaca. Dengan tema yang tidak biasa, cerita yang fantastis, dan gaya bahasa yang diolah dengan baik, tidak heran apabila novel ini berhasil memenangkan juara pertama dalam Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 2016.
Itulah rekomendasi novel karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Tertarik membaca atau apakah ada yang menjadil favoritmu?







Komentar
Posting Komentar