Tugu Caluk: Tugu Peringatan Kembalinya Kota Tuban ke Indonesia


Tugu Caluk Tuban 

Masyarakat sekitar menyebut tugu ini sebagai "Tugu Caluk". Penamaan itu merujuk pada bentuk tugu yang berupa tangan menggenggam senjata tradisional caluk. Konon, pecok atau caluk merupakan senjata yang digunakan oleh rakyat Tuban untuk melawan Belanda.

Tugu ini berada di Kampung Watu Lumur, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban. Tidak seperti monumen lainnya yang terlihat mencolok, tugu ini berada di area perkampungan warga dan diapit oleh beberapa rumah. Tempat berdirinya patung itu dulunya  berupa tanah lapang dan belum ada perkampungan. Namun seiring berjalannya waktu dan pembangunan yang terus berkembang, maka keadaannya menjadi seperti ini.


Menurut Tanan (48), tokoh masyarakat setempat, tugu ini merupakan simbolisasi penyerahan kembali Kota Tuban ke Republik Indonesia setelah diduduki oleh Belanda pada tahun 1949 yang diyakini berlokasi di Sidomulyo. Untuk mengenang momen bersejarah tersebut, maka dibuatlah tiang bendera dari kayu. Namun karena umur kayu tidaklah lama, maka sekitar tahun 1980-an dibangunlah Tugu Caluk.


Masyarakat sekitar tentu sangat bangga dengan keberadaan monumen bersejarah di kampung mereka. Namun Tanan berharap pemerintah lebih memerhatikan keberadaan monumen bersejarah tersebut. "Harapannya, renovasi, kita berencana menaikkan posisi tugu tersebut karena sekarang posisinya di bawah aspal, kalau Pemda mau membeli tanah tersebut malah lebih bagus," ujar Tanan.


Keberadaan tugu tersebut tentu harus dijaga agar generasi muda tak melupakan perjuangan para pahlawan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 


Komentar

Postingan Populer