5 Kelebihan Hidup Sebagai Kucing Rumahan
Hidup
jadi manusia memang menyusahkan. Banyak urusan yang harus dipikirkan. Tak
jarang hal itu membuat kita sebagai manusia seringkali pusing dan stress. Belum
lagi, zaman semakin berkembang dan tuntutan hidup pun semakin banyak. Karena
itu, tak heran banyak manusia yang bercita-cita untuk menjadi kucing di samping
banyaknya cita-cita menjadi dokter atau ahli hukum.
Nah,
sebagai makhluk paling santuy di dunia, hidup sebagai kucing ternyata memiliki
berbagai keuntungan, terutama kalau terlahir sebagai kucing rumahan. Nah,
sebagai salah satu manusia yang tengah bercita-cita menjadi kucing rumahan,
berikut saya beberkan kelebihan hidup sebagai kucing rumahan.
1.
Pengangguran?
Tidak Masalah
Kucing,
seperti yang kita ketahui adalah makhluk berbulu yang berjalan dengan empat
kaki. Pekerjaan sehari-harinya tidak lain adalah makan, tidur, dan berak.
Meskipun hampir mirip dengan pengangguran, tidak ada yang mempermasalahkannya.
Itu karena malas-malasan sudah menjadi kodrat kucing. Beda dengan manusia yang
harus bekerja mencari uang. Kucing rumahan, tinggal tidur dan berak pun masih
bisa makan tiga kali sehari.
2.
Bebas dari
Gunjingan Tetangga
Semua
manusia tahu kalau tetangga bisa menjadi makhluk paling menyebalkan di muka
bumi. Tentu apa lagi sebabnya kalau bukan kemampuan spesial mereka dalam menggunjing
dan menggosip? Kamu masih remaja dan sering pulang malam? Sudah cukup umur tapi
belum nikah? Sudah lulus masih pengangguran? Kerja freelance? Wah, mampuslah
Anda kena gunjing tetangga. Berbeda dengan manusia yang selalu jadi bahan
gunjingan di mana pun mereka berada, kucing rumahan tak perlu memikirkan itu.
Tak
peduli di mana pun mereka berada, tidak peduli apa yang mereka lakukan, tidak
ada mulut usil yang mau repot-repot menggunjingkan urusan mereka. Kucing sering
pulang malam? Kan kucing memang makhluk nokturnal. Kucing sudah cukup umur dan
belum menikah? Memangnya kucing perlu nikah? Kucing pengangguran? Kan kerjanya
memang Cuma makan, tidur, dan berak. Kucing kerja freelance? Entahlah. Saya gak
pernah menemukan ada kucing rumahan yang pernah kerja freelance. Intinya, jadi
kucing rumahan bebas dari gunjingan tetangga. Karena nggak ada yang perlu
digunjingkan dari mereka.
3.
Tidak FOMO
Sering merasa cemas karena ketinggalan ikut tren
fashion terbaru, make up terbaru, skincare terbaru? Atau merasa ketinggalan
zaman karena belum pernah nonton Ivanna di bioskop? Rasa cemas berlebihan
karena takut ketinggalan tren memang sering dialami manusia. Istilah kerennya Fear Of Missing Out atau yang sering
disingkat FOMO. FOMO sering menyebabka para manusia berbondong-bondong membeli
barang atau melakukan hal-hal tertentu yang sedang tren saat itu, padahal belum
tentu hal-hal itu bakal bermanfaat bagi mereka kecuali mereka gak dibilang
ketinggalan zaman.
Namun kucing rumahan nggak perlu merasakan FOMO.
Memang apa sih tren yang biasanya populer di kalangan kucing? Whiskas rasa
terbaru kah? Sampo kucing bau ikan pindang kah? Pasir aromatik yang bisa didaur
ulang kah? Yang saya tahu, kucing-kucing nggak pernah meributkan itu. Coba
tengok pet shop di sekitar Anda. Apakah ada kucing-kucing yang antre setiap ada
rasa Whiskas terbaru? Nggak pernah ada tuh.
4.
Nggak Perlu Membanding-bandingkan
Diri Dengan Orang Lain
Manusia itu berbeda-beda. Ada yang pintar, ada yang
kurang pintar. Ada yang cantik, ada yang biasa-biasa saja. Ada yang kaya, ada
yang miskin. Namun dengan adanya perbedaan itu, manusia seringkali
membanding-bandingkan diri mereka dengan manusia lain. Manusia memang tidak
pernah puas. Adanya keinginan untuk membanding-bandingkan itu muncul karena
perbedaan itu sendiri, serta adanya keinginan dari manusia itu sendiri untuk
mencapai kesempurnaan.
Kucing rumahan nggak perlu melakukan hal itu. Kucing
nggak pernah mengincar predikat untuk menjadi kucing cantik, kucing pintar,
atau kucing kaya. Toh, yang kaya pastilah babu mereka. Bukan mereka sendiri.
Selain itu, kucing nggak perlu mencapai kesempurnaan karena kucing sadar mereka
sempurna apa adanya.
5.
Bebas dari Drama
Kehidupan
Nggak Cuma televisi saja yang menampilkan drama
menye-menye. Dalam kehidupan sehari-hari pun manusia kerap kali menemukan,
berhadapan, bahkan membuat drama dalam kehidupan mereka sendiri. Melihat drama
menye-menye di televisi saja sudah cukup menguras emosi, apalagi menjadi tokoh
utama dalam drama kehidupan. Tentu waktu yang sangat berharga untuk bersantai-santai
dan males-malesan jadi terbuang karena mengurusi drama kehidupan yang gak
habis-habis.
Kucing, selain nggak suka nonton drama menye-menye
di televisi, juga nggak suka menemukan, berhadapan, dan membuat drama dalam
kehidupan mereka sendiri. Hidup mereka adem ayem, damai, dan tenteram karena
tidak ada potensi konflik yang akan menjadi drama dalam kehidupan mereka.
Konflik paling serius yang mereka alami paling hanya tawuran dengan kucing
komplek sebelah.
Nah, itu 5 kelebihan hidup sebagai kucing rumahan
yang dapat saya beberkan. Selain 5 kelebihan di atas, ada beberapa kelebihan
lain dengan cara hidup sebagai kucing rumahan, salah satunya adalah kelebihan
berat badan. Tapi kelebihan berat badan justru menguntungkan karena kucing
tampak lebih imut di mata manusia.
Setelah mengetahui 5 kelebihan di atas, apakah Anda
tertarik untuk menjadi kucing rumahan seperti saya?




.jpg)



Komentar
Posting Komentar