5 Etika Menjadi Kucing Rumahan
Menjadi kucing rumahan memiliki banyak keuntungan,
salah satunya adalah tidak perlu bekerja keras untuk bertahan hidup. Semua
kebutuhan hidup sudah dipenuhi oleh majikan yang baik hati. Karena tidak perlu
bekerja keras, beberapa kucing rumahan seringkali terlena dengan kenikmatan
tersebut sehingga berperilaku terlampau santuy di rumah majikan. Kendati
menjadi salah satu makhluk paling santuy di dunia, menjadi kucing rumahan bukan
berarti bisa berperilaku seenaknya.
Ada beberapa etika yang wajib ditaati seekor kucing
rumahan, salah satunya adalah tidak berak sembaragan. Sering saya temukan
beberapa kucing rumahan yang dibuang majikannya karena tidak memahami etika
menjadi kucing rumahan. Perlu kita ketahui bahwa tidak semua orang yang
memelihara kucing benar-benar tulus mencintai kucing peliharaannya. Dengan kata
lain, tidak semua majikan itu baik. Karena manusia juga bisa khilaf, lalu
menelantarkan kucing peliharaannya karena nakal dan menggantinya dengan yang
baru. Oleh karena itu, untuk mempertahankan kenyamanan hidup yang belum tentu
didapatkan oleh makhluk lain, kucing rumahan setidaknya harus memahami etika
dasar menjadi kucing rumahan.
1.
Jangan Berak Sembarangan
Berak sembarangan bisa fatal akibatnya, apalagi
kalau posisi beraknya di tempat-tempat yang sulit dijangkau seperti di sisi
paling pojok di bawah kasur, atau bahkan di atas kasur. Kalau satu kali sih
paling tidak masalah. Kalau berkali-kali? Bisa-bisa kita sudah berada di dalam
karung beras kemudian dibuang di tempat sampah. Dih, amit-amit.
Oleh karena itu, setiap kucing rumahan setidaknya
harus tau tempat yang aman untuk berak. Biasanya majikan yang baik hati dan
punya uang lebih akan menyediakan toilet portabel dengan pasir khusus sebagai
tempat buang air. Majikan yang baik hati dan tidka sombong ini akan mengajari
cara buang air yang benar.
Jika majikan tak punya uang lebih, tapi kesabaran
berlebih, majikan akan mengajari cara buang air di toilet. Cara itu lebih hemat
dan lebih bersih daripada pakai pasir. Namun terkadang ada saja majikan yang
gak mau keluar uang dan gak mau keluar tenaga untuk melatih peliharaannya. Jika
kebetulan menadapat majikan seperti itu, minimal kucing rumahan harus menguasai
skill menyembunyikan tai dalam pasir dan skill melarikan diri dari amukan
tetangga.
2.
Jangan Pipis Sembarangan
Biasanya ini dilakukan oleh kucing jantan, terutama
pada musim kawin. Hal itu dilakukan untuk menandai wilayah kekuasaan. Meskipun
alasan itu cukup masuk akal, masih banyak manusia yang nggak tahu dan nggak mau
tahu kenapa kucing suka pipis sembarangan. Lagipula siapa sih, manusia yang
suka barangnya bau pesing? Untuk itu, sebagai kucing rumahan yang beretika,
sebaiknya para kucing mulai pipis di toilet manusia atau toilet portabel yang
sudah disediakan para majikan daripada kena hantaman sapu melayang. Ini tidak
hanya berlaku bagi kucing jantan, tetapi kucing betina juga.
3.
Jangan Merusak Barang-barang Majikan
Segabut apa pun kamu sebagai kucing, jangan sampai
kamu merusak barang-barang berharga milik majikanmu. Biasanya, kucing rumahan
yang gabut suka sekali menancapkan kuku-kukunya ke sofa mahal milik majikan,
atau menggigiti kabel earphone. Manusia mana yang tidak marah kalau barang yang
mereka beli dengan uang rusak gara-gara hewan yang kerjaannya Cuma makan,
tidur, dan berak? Kalau majikan sedang baik, aman saja. Tapi kalau sedang
jengkel karena barang-barangnya sering kalian rusak? Duh, bisa-bisa kalian
berakhir di tempat sampah.
4.
Jangan Pernah Nyolong Ikan Pindang di Meja Makan
Ini juga merupakan salah satu etika yang penting
untuk dipahami seekor kucing rumahan. Selapar apa pun kamu dan seenak apa pun
bau ikan pindang yang baru digoreng majikan, jangan pernah coba-coba untuk
mencurinya. Minimal kamu akan kena hantaman sapu melayang sebelum benar-benar
dibuang ke tempat sampah. Tidak hanya ikan pindang, segala jenis makanan apa
pun haram hukumnya kamu pegang kalau bukan majikan sendiri yang ngasih.
Bersyukurlah hanya dapat kepala ikan daripada dibuang ke tempat sampah sampah
dan menjadi kucing jalanan.
5.
Punya Skill Menangkap Tikus dan Cicak
Selain menjadi musuh abadi para kucing, tikus dan
cicak juga merupakan musuh abadi para manusia. Jelas sekali manusia nggak suka
sama dua makhluk yang dianggap hama itu, yang sama sekali nggak ada
lucu-lucunya dan suka nyolong makanan, serta berak dan pipis sembarangan. Untuk
itu, kucing yang ahli menangkap tikus dan cicak biasanya akan memperoleh nilai
plus di mata manusia. Setidaknya, senakal apa pun kamu sebagai kucing rumahan,
manusia akan terus mempertahankanmu sebagai peliharaan mereka karena nilai plus
itu.
Nah, itulah 5 etika kucing rumahan yang sebaiknya
dipahami oleh semua kucing rumahan. Mengingat hidup sebagai kucing jalanan
begitu berat, kita tidak boleh menyia-nyiakan nikmatnya hidup sebagai kucing
rumahan dengan melanggar etika-etika di atas.



Komentar
Posting Komentar