Puisi "Memoar"

 

Memoar

 (Wahyu Amanatullah)


Memoles rindu yang mulai memudar

Memandang wajahmu kelam

Menuangkan kalam pada secarik kertas putih

Kisahmu 'kan abadi

 

Bilang pada semesta bahwa bintang kan menanti bulan

Seperti kertas menanti pena

dan pena menanti tinta

Tinta hitam menggelayut rinduku pada malam

yang direnggut pagi

dan dirampas oleh senja

Tepat ketika kau pergi

Memoarmu membisu di ujung meja

 

Tuban, 20 Juli 2021

Komentar

Postingan Populer